Wednesday, October 6, 2010
Simple Pray untuk seseorang yang akan menjadi bagian hidupku :)
Baca judulnya ngerasa geli ga sih? Haha.
Geli emank.. Tapi itu faktanya :p
Today, entah kenapa gue pengen berdoa untuk seseorang disana.
Gue belum tau siapa dia. Dia yang akan menjadi pasangan hidup gue (cieileeeh).
Dia yang akan menjadi bagian dalam hidup gue. Entah apapun yang menjadi persoalannya saat ini, dia pasti sanggup menjalaninya.
*Iihh sotoy banget gue kaya tau aja apa yg dialaminya*
Hehe. Dunia boleh berkata begitu, tapi gue yakin kalo alam spiritual itu juga besar dan luas.
:)
Jadi, kekuatan doa itu, ga pernah bisa kita lihat langsung. Tapi percayalah, ga ada doa yang sia-sia!
So, kamu yang disana. be strong!
kamu yang disana, semangat yaaah! Karna kita sedang sama-sama diproses sekarang. Belum waktunya untuk bertemu :p
Atau kita udah ketemu tapi belum waktunya diperkenalkan sebagai pelengkap masing-masing.
Pokonya saat ini kamu sedang diperlengkapi untuk aku dan aku sedang diperlengkapi untuk kamu. haha ==> ini tumben banget dah bahasa gue pake aku kamu -_-" geli tingkat tinggi. wkwwk.
Anyway, Tuhan sediakan yang sepadan dan dapat memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani aku yaaa.. :D
dah ah makin malem makin geje.
Tuesday, October 5, 2010
Gue ga tau kenapa akhir2 ini waktu berjalan begitu cepatnya.
Banyak yang mau dilakukan dan akhirnya malah keteteran dengan waktu.
Anyway, lagi ga ada ide nulis. Tapi gue tiba2 pengen nulis. Hemm.
Tiba2 aja kepikiran burung rajawali (bukan karna pengen makan ayam rajawali, BUKAN!)
Hihihi. Yang bukan orang cirebon pasti ga tau maksudnya deh. Apa itu ayam rajawali? Ayam tapi rajawali? jadi dia bisa berkoko tapi bisa terbang? atau dia apakah ini sejenis makhluk anomali? ayam mirip rajawali?
jawabannya: BUKAN sodara-sodara.
......
Jadi di cirebon itu ada 1 tempat makan ayam yang enak, letaknya di depan yogya rajawali. jadilah kami menyebutnya ayam rajawali. :p
Aihhh ga penting ahh!
Barusan gue baca beberapa fakta tentang burung rajawali. Gue penasaran kenapa sih nih burung bisa ada di "Buku Panduan" ? Bahkan 38 kali disebutkan disitu. Lebih banyak dibanding burung merpati, padahal menurut gue, merpati itu jauh lebih imut2 dari rajawali. Hehe.
Emank apa spesialnya ini burung?
Hemm.. Lets check it out. Atau kata org kaskus : cekidot gan!
Monggo..
Ternyataaaaa..
Burung rajawali itu:
1. Seekor rajawali dewasa memiliki tinggi badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 meter (waww! bentangan sayapnya ajee dah ngelebihin tinggi badan gue).
2. Ia membangun sarangnya di puncak-puncak gunung. Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.(kebayang ga kaya apa tuh? kalo ditaro ranjang disitu mungkin bobonya dah bisa guling2. kepala di kaki dan kaki di kepala. looh? kok kaya lagu peterpan?
3. Bayi rajawali "dipaksa" untuk belajar terbang. Karena sarangnya yg nyaman banget (mungkin, soalnya gue lum pernah bobo disana) bayi2 ini cuma suka makan dan tidur (nah loh? ngomongin diri sendiri). Tapi, tau ga kalo suatu saat, induk rajawali ini dateng dan menggoncang2kan sarangnya sampai bayi ini mau ga mau harus belajar terbang. Saat belajar terbang inilah kemudian dia bolak-balik terjatuh.
hebatnyaaa, induk ini selalu nagkep bayinya sebelum sempet terjatuh.
4. Rajawali ga terbang!
Haaah? Tadi katanya diatas, rajawali itu terbang? Jadi? Ya rajawali terlihat terbang, padahal dia melayang! *iih serem kaya apaan* Rajawali cuma melebarkan sayapnya, kemudian dia menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya.
5. Rajawali adalah burung dengan usia terpanjang. Tapi untuk mencapai umur panjang itu, rajawali harus melalui proses transformasi. Transformasi ini ga enak loh! menyakitkan. Bayangin aja, pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan makan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.
Jadi, ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi dan membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Begitulah kira2 kisah rajawali. Banyak hal yang bisa kita ambil. Kalo rajawali aja tau mana yg baik untuk anaknya, apalagi sang Pencipta rajawali itu sendiri.
kalau rajawali aja harus melewati proses menyakitkan dan bisa melewatinya untuk pemulihan, maka kita pun sama. Jangan pernah takut atau mengeluh dengan "kesakitan" kita, karena pada akhirnya itu semua akan membawa pada kebaikan.
Romans 8 : 28 :D
"And we know that all things work together 32 for good for those who love God, who are called according to his purpose"
*Disadur dari beberapa renungan.
Banyak yang mau dilakukan dan akhirnya malah keteteran dengan waktu.
Anyway, lagi ga ada ide nulis. Tapi gue tiba2 pengen nulis. Hemm.
Tiba2 aja kepikiran burung rajawali (bukan karna pengen makan ayam rajawali, BUKAN!)
Hihihi. Yang bukan orang cirebon pasti ga tau maksudnya deh. Apa itu ayam rajawali? Ayam tapi rajawali? jadi dia bisa berkoko tapi bisa terbang? atau dia apakah ini sejenis makhluk anomali? ayam mirip rajawali?
jawabannya: BUKAN sodara-sodara.
......
Jadi di cirebon itu ada 1 tempat makan ayam yang enak, letaknya di depan yogya rajawali. jadilah kami menyebutnya ayam rajawali. :p
Aihhh ga penting ahh!
Barusan gue baca beberapa fakta tentang burung rajawali. Gue penasaran kenapa sih nih burung bisa ada di "Buku Panduan" ? Bahkan 38 kali disebutkan disitu. Lebih banyak dibanding burung merpati, padahal menurut gue, merpati itu jauh lebih imut2 dari rajawali. Hehe.
Emank apa spesialnya ini burung?
Hemm.. Lets check it out. Atau kata org kaskus : cekidot gan!
Monggo..
Ternyataaaaa..
Burung rajawali itu:
1. Seekor rajawali dewasa memiliki tinggi badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 meter (waww! bentangan sayapnya ajee dah ngelebihin tinggi badan gue).
2. Ia membangun sarangnya di puncak-puncak gunung. Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.(kebayang ga kaya apa tuh? kalo ditaro ranjang disitu mungkin bobonya dah bisa guling2. kepala di kaki dan kaki di kepala. looh? kok kaya lagu peterpan?
3. Bayi rajawali "dipaksa" untuk belajar terbang. Karena sarangnya yg nyaman banget (mungkin, soalnya gue lum pernah bobo disana) bayi2 ini cuma suka makan dan tidur (nah loh? ngomongin diri sendiri). Tapi, tau ga kalo suatu saat, induk rajawali ini dateng dan menggoncang2kan sarangnya sampai bayi ini mau ga mau harus belajar terbang. Saat belajar terbang inilah kemudian dia bolak-balik terjatuh.
hebatnyaaa, induk ini selalu nagkep bayinya sebelum sempet terjatuh.
4. Rajawali ga terbang!
Haaah? Tadi katanya diatas, rajawali itu terbang? Jadi? Ya rajawali terlihat terbang, padahal dia melayang! *iih serem kaya apaan* Rajawali cuma melebarkan sayapnya, kemudian dia menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya.
5. Rajawali adalah burung dengan usia terpanjang. Tapi untuk mencapai umur panjang itu, rajawali harus melalui proses transformasi. Transformasi ini ga enak loh! menyakitkan. Bayangin aja, pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan makan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.
Jadi, ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi dan membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Begitulah kira2 kisah rajawali. Banyak hal yang bisa kita ambil. Kalo rajawali aja tau mana yg baik untuk anaknya, apalagi sang Pencipta rajawali itu sendiri.
kalau rajawali aja harus melewati proses menyakitkan dan bisa melewatinya untuk pemulihan, maka kita pun sama. Jangan pernah takut atau mengeluh dengan "kesakitan" kita, karena pada akhirnya itu semua akan membawa pada kebaikan.
Romans 8 : 28 :D
"And we know that all things work together 32 for good for those who love God, who are called according to his purpose"
*Disadur dari beberapa renungan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


