Tak hanya orang-orang terluka yang akan melukai orang lain, namun mereka juga mudah terluka oleh orang lain. Ada sebuah ilustrasi :
Jika seseorang tertusuk serpihan kecil di jarinya, namun ia tidak mencabutnya, jarinya akan bengkak dan terinfeksi. Lalu, ketika orang lain secara tak sengaja menyenggol dia sekilas saja, orang ini segera meringis kesakitan dan berteriak, Aduh ! sakit tahu ! dalam kenyataannya, masalahnya bukan pada orang yang secara tak sengaja menyenggol jari itu, masalahnya pada orang yang jarinya terlelusuk serpihan itu dan tidak mencabutnya.
Rasa sakit emosional bekerja dengan cara serupa. Orang-orang yang terluka bereaksi berlebihan, melebih-lebihkan, dan protektif yang terluka secara berlebihan. Mereka mempengaruhi secara berlebihan. Maksud nya, mereka mengontrol hubungan dengan orang lain. Inilah masalahnya dengan hidup. Luka lama adalah konfliknya yang tak terselesaikan dengan orang sebelumnya. Ia tak pernah mencabut serpihan itu sehingga tidak tumbuh. Selalu begitu: hubungan tertahan oleh orang yang kurang sehat.
Ketika kita berinteraksi dengan orang-orang lain, ingatlah hal ini: setiap kali respons seseorang lebih besar daripada persoalan yang dihadapinya, responsinya selalu tentang sesuatu yang lain.


0 comments:
Post a Comment