Friday, July 29, 2011

A community culture

Hari ini, mungkin tulisan ini terkesan agak pedas. Memang. Itu tujuannya.
G percaya, semua orang punya komunitasnya sendiri dan komunitas itu punya budayanya masing-masing.
Biasanya orang berada dalam 1 komunitas mungkin karna merasa cocok dengan budayanya. Dari kesamaan ini lah kemudian terbentuk komunitas (setidaknya begitu menurut g).
Lets say ada 1 orang yg salah masuk komunitas. Apa yg terjadi? Mungkin dia akan ikut budaya si komunitas ini atau mungkin dia akan merasa seorang terasing di komunitas ini.
Anyway, g nulis ini karena g mengalami masuk ke sebuah komunitas yang memiliki sebuah budaya yang hmmm aneh menurut g..
Kadang karena terlalu extreme menyayangi seseorang mungkin sampe2 kehilangan logika dan mengucilkan yg minoritas. Maksud g, bukan minoritas, but orang yg memiliki otoritas kecil.
I cant tell the details here.
Harusnya sebuah komunitas membawa dampak dan MEMBERKATI kan.
Ooohh.. Mungkin memberkati dengan menguji kesabaran. Haha. Thanks loh.
Seriously, butuh kesabaran banget banget banget kalo mau masuk dan bertumbuh bersama komunitas ini.
Buat yang menghargai waktu, you should not choose this community.
Buat mereka yang suka melakukan hal-hal yang ga penting, dan buang-buang waktu, silahkan bergabung saja.

Sekian.

Dedicated for one of community in Bandung (mereka yang berkata berdiri untuk generasi).

0 comments:

Post a Comment